Coba kamu Keluar deh, nah sekarang kamu lihat ke atas, itu diatas situ ada kucing terbang... kamu lihat ngga? Apa jawaban kamu?
Setiap manusia pasti akan berfikir yang sama kalau kucing tidak akan bisa terbang, di penjuru antariksa pun akan berbicara hal yang sama kalau Cat Can’t flying, terlepas dari persepsi itu cita-cita Momo bisa diibaratkan seperti keadaan Aer Di Sungai Ciliwung pada musim Hujan, meluap luap sampe kerumah warga, semangat sekali seperti kucing yang belajar terbang, apa bisa?
waktu itu saat jalan sama temen di mall cibubur juction Momo sempet curhat.
' Bro! Momo pengen jadi penulis, lo ada masukan ga?’
Lalu dia diem, dan mandangin Momo, kaya ga yakin, dia bilang,
' Elo ? mau jadi penulis ? HahaHa! tulisan ajah cacat bawaan lahir!.’
Ok, what ever! Momo langsung ninggalin dia.
' Sorry bro!, ternyata dia ngejar momo, ‘ok gue kasih saran,’ momo perhatiin seperti anak TeKa mau ditipu dek mama nya lagi saki.’ lo harus berani memulai menulis!, sampe disini masih enak dihati lalu disambung lagi,, ‘Meski dengan tulisan lo yang buruk rupa dari lahir.’
Dan dia ngakak lagi.
Ok bye! Momo pergi ninggalin dia, mungkin dia lagi kesurupan Kuntil Anak Keselek Ikan tongkol.
“Harus Berani Menulis” katanya
Itu yang terlintas dibenak Momo pertama kali menulis ini, ok!
‘Sekarang Momo butuh alat menulis’Momo Ambil bolpen.
‘Momo butuh kertas’ Momo Ambil buku tulis. lalu Momo duduk di ruang tamu.
Otak momo penuh dengan cerita, tapi ngga adaa satupun yang bisa momo salurkan ke atas kertas, Momo hanya diam, mulai duduk gaya bersila di kursi ruang tamu, tiga puluh menit Momo cuma berhasil ngelirik kedepan, kesamping, kebelakang.
Sambil menutup mata Momo coba mengingat pelajaran bahasa indonesia disekolah, momo teringat kalo sebuah cerita harus dimulai dari pemberian judul, judul akan menentukan isi cerita. ‘Harus yang keren!’
Mulailah Momo memikirkan suatu judul yang keren. sambil gigitin bolpen, korek-korek idung. Hmmm... judul nya apa harus ada kalimat cinta! '(biar laku), ' oke dapat !
Judulnya Momo tulis gede gede .
"CINTA"
Otak momo mendadak kesemutan, kalau udah berfikir yang namanya cinta, entah kenapa setiap cinta cintaan yang Momo jalani harus kandas oleh waktu, cepat atau lambat pasti putus, karena demikian momo ganti cinta dengan yang namanya semangat kucing terbang. Teringat sewaktu pacaran dulu Momo selalu ngomong kepacar tentang “yank, kamu lihat kucing terbang itu ngga?” sambil nunjuk ke langit.
Jawaban yang selalu momo dapet kalau ngga ‘kamu gila yah’ atau ngga ‘mana mungkin ada kucing terbang’. Masih duduk bersila, kini Momo harus luruskan kaki karena sudah banyak semut berkumpul di betis. Sebenernya tujuan utamanya kenapa momo menyalurksn imajinasi “coba lihat ada kucing terbang itu” bukan untuk menge tes kejiwaan mereka, ataupun memberitahu kalau momo ini sudah gila tetapi momo hanya ingin tahu jawaban apa yang akan mereka keluarkan. Dan belum ada satupun cewe yang Momo pacarin memberikan jawaban yang unik.
Waktu pun terus berjalan perlahan pasti, setelah sadar ternyata karena sedang merenungi kehidupan dahulu mata momo mulai berair. Kini saat nya momo kembali ke topik utama, PENULIS, penulis dan penulis... Momo harus bercerita lebih luas lagi. Harus menerangkan kapan ini dimulai..
Momo coba keluar rumah dan melihat ke atas pohon rambutan, dan membayangkan disitu ada kucing terbang. teringat saat itu saat sedang ngaterin pacar pulang, dia ngomong kek gini ke Momo, ‘sayang nanti bulan enam, aku ikut kegiatan orang orang peduli kesehatan di jawa.’ Momo yang lagi meremas tanganya dengan tangan kiri, dan tangan kanan lagi meremas setir, Cuma jawab dengan pasrah ‘jangan dong, pacaran jarak jauh kan ngga enak,’ kemudian momo melihat ke luar jendela, seperti ada kucing terbang..
‘yah kan kita bisa esemesan.’ Itu menurut dia tapi Menurut Momo Esemesan tidak mungkin bisa diandalkan untuk menjaga hubungan, yah meskipun aplikasi alternatif yang lebih canggih banyak bertebaran di gugel store, tapi intinya dari intinya momo ga pernah suka pacaran lewat hape. ‘yah ngga bisa dong sayang’ aku kan perlunya kamu, bukan esemes kamu’
‘ tapi aku udah komitmen setelah lulus aku mau ikut kegiatan itu dulu.’ Pikiran momo pun melayang jika memang harus berpisah dari dia, pasti banyak godaan ke momo, karena kucing mana yang ga mau makan ikan, kecuali kucing itu udah mati. Momo lihat ke luar jendela sekarang kucing terbangnya sudah menghilang.
‘ sebentar kok, Cuma satu tahun’.. kucing terbangnya jatuh ke tanah, di giles grobak sampah.. dalam hati paasti cepat atau lambat kita putus, mata pun mulai berkaca-kaca...
O_O
Sekarang momo hanya terdiam di depan teras rumah sambil terus liadtin pohon rambutan. Terdengar suara, tok..! tok..! tok..! tok..! tok..! tok..! ( ternyata tetangga lagi mantek paku di pintu), ‘woi Momo.. belum tidur? momo nengok, dalam keadaan gelap bertanya tanya itu siapa yah?, ‘ ini mau tidur kok’. Ahkirnya malam itu juga momo putusin untuk nyanyi nyanyi sejenak menghilangkan gelisah, antara cita dan cinta, momo masuk kedalam rumah.
“NYANYI”
‘ Du...bi...du...dubidu... du...bi...du...ba...ye’
.........
Cuma lagu si Gita yang ngerti keadaan ini, efek yang terasa sampe ke otak lapis tiga, sambil menghayati dan menikmati setiap lirik nya, Momo merem dan berhayal menjadi penyanyi sesungguhnya. Jika seperti ini rahang Momo dapat diandalkan.
Dari Lalalala – Dubidudubidu bae - sampai Bukan permainan!’ Karena ulah Momo yang teriak teriak, nenek pun terbangun. ' Kakak!! kamu berisik, sekarang udah malem.’ Sambil menghentakkan kakinya ke ubin seirama dengan kalimat ‘Berisik... berisik.. brisiiiikkk.’
Apa hubungannya nyanyi dengan tetangga, emangnya mulut momo salon studio, 'sttttttttttttttttttt’ sambil membungkuk Momo gerakin jari telunjuk membentuk gerakan dilarang ber komentar.
Reaksinya si nenek malah melototin Momo, bola matanya seperti keluar 3 senti dari tengkorak wajahnya, nenek bilang ‘ Brisik udah malem!.’, kamu tau ini udah malem kan, kamu tau ini berisik, kamu tau bulan sudah muncul, kamu tau matahari udah tidur, kamu tauuu kamu tauuuuu.. ilernya muncrat muncrat kelantai
Momo yakin, tadi itu si nenek sudah mimpi jalan jalan ke amrik! Gara-gara denger nyanyian momo, dia harus balik ke indonesia.. lewat pintu gerbang yang udah digembok, kepleset di karpet depan, kejedot sama tiang pintu, kembali duduk di kursi putih kesayangannya.
Dia kesel, Momo jadi sebel. Momo di larang, ya Momo pindah lokasi.“Ruangan keluarga” Dan tidak memperdulikan kalau ini sudah malam, Momo mulai kembali merasa menjadi penyanyi tengah malem.
' Akulah.... kembang......... perawan.........
Sambil lenggok kanan, lenggok kiri, angkat kaki kiri, angkat kaki kanan, goyang kedepan, goyang kebelakang, sambil merem, sadar sadar kelingking kaki kenalan sama jempol meja..
‘Siiiittttttttttt !’
Momo jingkrak-jingkrak kaya belatung yang keluar dari bangke tikus. Momo pergi duduk. Momo pegangin erat-erat kelingking tak berdosa ini. Aduhh.... aduuuuhhh... aduuuhhh
‘Sakitttt!
Teringat kala kecil waktu bersama mama, apa-apa kalau sakit selalu bilang sakit dibelakangnya ditambahkan mama, ‘sakiiitt maaah’ terus sambil ngeluarin air mata. momo belajar sepeda kudu waktu dua minggu mulai dari jatuh di semak semak, jatuh dipasir, dan jatuh di tanah, setelah berhasil menguasai keseimbangan ternyata naik sepeda ngga boleh lurus terus kedepan, jadi harus bisa seimbang sambil gerakin stang. Kudu waktu dua minggu lagi untuk bisa gerakin stang sepeda sambil genjot, yah semua hasil usaha mama yang mau anaknya bisa belajar mengendarai sepeda.
Sewaktu pulang sekolah masih dibangku eSDe, Momo balapan sama teman melewati jalan buah cibubur, tanpa sadar karena jalannya dipenuhi pasir pasir yang berceceran di aspal, menyebapkan oleng setelah memencet rem.. yah momo jatuh tergelincir , lutut momo habis berdarah..
Heh, ayo bantu...’ saat jatuh tengkurap momo melihat anal-anak eSeMA pergi berlaari menolong momo yang masih tiduran di aspal, ‘ayo bangun dek’ ‘kamu gapapa kan dek?’saat berhasil membangunkan momo, momo sadar ternyata teman momo sudah menjadi kampret, pergi ninggalin momo jatuh di aaspal.
‘gapapa bang, aku masih bisa pulang kok’ momo kembali naik sepeda dan pergi pulang, ‘anak itu hebat yah, dia ga nangis’ , terdengar suara pujian yang tak senada dengan hati momo, momo terus genjot sepeda, Cuma satu tujuan momo, keteemu mama.
‘mamahhh’ sampai dirumah, momo lempar sepeda didepan gerbang, lari sambil menangis memeluk mama, mahh sakiiiiit... maaah sakiiit maaah..
Kalau sudah yang namanya sakit, pengen teriak mamah sakit, sambil duduk diatas kursi pegangin kelingking, momo tersadar kalau ini Mungkin kah ini teguran dari nenek?’
Fivti-fivti- bisa jadi – bisa tidak
‘Eh bentar’
Momo mendapat ide bagus, Bagaimana kalo Momo lanjutin nulisnya besok, kebetulan sekarang masih jam sembilan ( 21:00), kalau tidur cepet Momo bisa bangun cepet, kalo istirahat cukup, pasti banyak waktu buat nulis novel.
Kebiasan belajar momo juga adalah hal yang dibiasakan waktu masih kecil, selalu bangun pagi, karena otak sedang fressh fressh nya, seperti ikan fresh, ayam fresh, momo segerah merapihkan alat-alat tulis momo dan menyelesaikan tujuan ahkir malam ini
“Tidur”
Akhirnya Momo putusin untuk tidur. Sebelum masuk kamar, Momo lihat nenek tengah asik tidur dikursi, mungkin nenek sudah kembali jalan-jalan dan kini dia jalan-jalan ke menara aifel. Momo panggil kembali roh nenek yang sudah jalan-jalan itu, sambil menyentuh ' Omah... omaah pindah kekamar gih '
Nenek mulai bangun, mengangkat wajah serta mengangkat sebisa mungkin kelopak matanya, ‘hmmm’ lama dia perhatiin muka Momo, sambil ngedip-ngedip, mungkin beliau berfikir, ‘ Ini siapa yah ? hitam gondrong
Sampai arus listrik ngalir ke otaknya, nenek cuma bilang ‘ Oh kamu’
‘ Oma tidur dikamar ajah’ sambil mengarahkan wajah ke depan muka nenek.. aayok tidur dikamar, biar momo bantu berdiri.. tapi sambutan nenek adalah hal yang meminta sambitan rambutan
‘ ahhk.. oma belum ngantuk, nanti ajah!’
Momo sedikit nyengir macan,
' lah tadi kan oma merem'
' Mata oma emang sipit !! '
Nada bicaranya nenek sedikit naik. ‘ oma belum ngantukkk’
Momo menganalisa, kalo terus begini hanya menambah dosa Momo, dari pada momo ngga jadi tidur. Momo menyerah dengan terhormat, Momo mundur perlahan.
' Yaudah, oma disini ajah, aku mau tidur'
‘ Yaudah’
‘ Eh’
Sambil berfikir, nih nenek preman banget.. momo berfikir postif ajah, mungkin dia tidak tidur didalam mimpi, maka momo mebiarkan dia tidur didepan tivi, sambil duduk dikursi kesayangannya.
Akhirnya Momo putusin untuk masuk kamar, butet pun ikut masuk kekamar untuk tidur satu kamar dengan momo, jem beker di setel jam empat (04:00), berharap momo bangun pagi dan kembali menulis cerita.
Semangat yang membara untuk menjadi serang penulis harus terhenti dengan namanya istirahat, momo mulai menutup mata, dan menggunakan semangat yang tersisah untuk mencari mimpi di dalam tidur.
Momo berfikir jika mimpi dipeluk cewe adalah keindahan yang tak terkatakan, momo mengingat bulan lalu ketika mimpi sedang dalam acaara penikahan, momo berdiri didepan dan bebicara diatas podium, ‘maaf kamu bukan orang yang aku sayangi’ mungkin jika jadi kenyataan ini adalah musibah berat, kenapa bisa momo nikah dengan orang yang tidak di cinta.
........... roh momo mulai dbawa ke alam mimpi
Mungkinkah cita cita momo hanya sebatas kucing yang belajar terbang, atau kah, memang benar kucing itu dapat terbang, seperti cinta dan cinta bagaikan misteri dibalik penglihatan momo... coba kamu lihat apa bener di angkasa ada kucing terbang?
zzZ
(-___-)zzZ | 04:00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar